Sepenggal Iftitah

Bismillah, memang terasa berat jari-jari ini untuk diajak kembali menari diatas tuts keyboard sekedar untuk menggambarkan apa yang sedang kupikirkan, yang sedang kuingat, yang sedang kurasakan, ataupun sesuatu yang ingin kuraih. Dahulu pernah ada dalam penggalan kisah lamaku tentang hasratku berbagi dengan siapapun, entah itu sekedar fikiran, perasaan atau mungkin sedikit rizki jika memang ada. Ah, tapi itu dulu…. sebelum semua titik balik dalam hidupku terjadi. Pemikiran-pemikiran tentang orang lain dan urusannya hanya membutakan mata dan hatiku dari kewajiban dan tanggung jawab pribadiku sebagai manusia. Maka, jika saat ini kupaksakan kembali jari-jari ini menari tak lain adalah upaya untuk bercermin diri… menatap, meraba dan merasa “tentangku” biarlah ini menjadi sisi lain dalam hidupku untuk memaknai perjalanan yang sedang aku nikmati.Maka, jika saat ini kupaksakan kembali jari-jari ini menari tak lain adalah upaya untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kuraih, kudapat, dan kunikmati. Mempertanggung jawabkan pada diri sendiri, bukan untuk orang lain. Namun jika memang ada manfaat yang bisa di ambil, silahkan…dinikmati, Karena ” kata berbagi” menjadi terasa begitu “besar maknanya” (* bahkan terlalu besar) bagiku…..
Sementara aku mahluk yang tiada daya upaya, tidak memilik apa-apa. La Haula Wala Kuwwata illa Billah.

~ by ngeureuyeuh on June 21, 2008.

2 Responses to “Sepenggal Iftitah”

  1. Assalamualaikum…

    Sok atuh Kang “Ngeureuyeuh deui”.

    Selamat sore, apa khabar?

    Salam,
    Rudy H

  2. Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
    Aduh hatur nuhun pisan kang ….
    Hapunten ieu nembe kalongokan deui….
    Maklum tos tatapa heula hehehe….
    Insa Alloh, hayu atuh urang sasarengan.

    Wassalam.
    MS

Leave a Reply